Rabu, 01 Februari 2012

Psychotica (Nostrum) (2010)…..Cocok Buat Kampanye BNN



Title: Psychotica (Nostrum)
Year : 2010
Genre:
Horror
Duration: 1 hr 19 mins
Directed by:
Jonathan Wright
Written by:
Jonathan Wright
Starring:
Megan Hutchings, Christian Bako, Shamier Anderson    
Fright Rate : ** (2/5)

Psychotica (Nostrum) (2010)…..Cocok Buat Kampanye BNN

Kenapa saya bilang film ini cocok banget buat kampanye BNN (Badan Narkotika Nasional) ? Yup, karena film ini bercerita tentang para junkies alias para pengguna narkoba. Cuma saya pesimis film ini bakal disupport sama BNN kalau sempat edar di Indonesia, karena terlalu banyak adegan kekerasan didalamnya. Bisa-bisa malah dilarang tayang sama BSF. Saya nggak ngerti juga kenapa film ini diganti judulnya dari Nostrum menjadi Psychotica. Apa mungkin karena judulnya kurang menjual atau memang filmnya sendiri yang jelek, hingga judulnya dibikin agak bombastis dikit buat menarik penonton ? Seperti tipikal film horror Indonesia (punya K.K. Dheraj atau Nayato) yang judulnya heboh dan nyerempet saru, padahal filmnya sendiri  “kancut”. Saya juga nggak mau pusing mikirin hal itu karena yang penting saya udah sempat nonton film ini dan reviewnya mau saya tulis sekarang. Lagian juga saya nemu film ini secara nggak sengaja di lapak DVD langganan dan akhirnya tertarik untuk membeli karena posternya yang keren. FYI, Psychotica menurut mbah Google masuk dalam kategori low budget horror movie.

Wanna piece of this ??
 
Psychotica disutradarai dan skenarionya ditulis oleh Jonathan Wright. Wajar bagi yang belum kenal sama oom Wright, karena ini adalah film pertama yang mendapuknya menjadi sutradara. Sebelumnya oom Wright lebih dikenal sebagai asisten sutradara di beberapa film seperti Urban Legend (1998), 16 Blocks (2006), dan Exit Wounds (2001). Film ini bercerita tentang sekelompok remaja junkies yang udah kecanduan banget sama heroin. Suatu saat, salah seorang diantara junkies ini tiba-tiba jadi lepas kontrol dan nge-gorok lehernya sendiri setelah nyuntik Baby Blue (sebutan untuk heroin di film ini). Akhirnya junkies lainnya merasa harus bertobat tetapi mereka masih pengen merasakan heroin untuk terakhir kalinya sebelum benar-benar berhenti make heroin dan ikut rehabilitasi. Para junkies ini memilih sebuah rumah kosong yang agak terpencil untuk gila-gilaan terakhir kalinya. Mulailah pesta heroin perpisahan malamnya. Tapi, para junkies ini nggak tahu kalau sebenarnya yang mereka suntikkan itu sebenarnya bukanlah heroin murni. Ternyata Baby Blue ini adalah suatu formula yang rencananya akan digunakan oleh pemerintah dalam “membersihkan” para junkies yang udah kecanduan heroin. Dan parahnya lagi, para junkies inilah yang dijadikan kelinci percobaan sama pemerintah buat nguji efektifitasnya. Namun formulanya sendiri “gatot” alias gagal total. Yang habis nyuntik Baby Blue, pasti jadi macam zombie psikopat dan bawaannya pengen bunuh orang melulu. Malam perpisahan dengan heroin itu akhirnya menjadi suatu “malam neraka” bagi para junkies ini.

 Who's there ??

Ide Psychotica boleh dibilang cukup original menurut pendapat saya karena agak keluar dikit dari pakem film zombie psikopat lainnya. Cuma jalan cerita sama tensi ketegangannya kurang bagus. Sejak opening film, penonton udah disuguhi sama adegan kejar-kejaran si zombie Baby Blue sama calon korbannya. Awalnya saya pikir ini adalah adegan flashback buat ending nanti, tapi ternyata nggak nyambung sama sekali sama endingnya. Oh ya, satu lagi, disini zombie psikopatnya juga bisa lari lumayan kenceng sama “lebih pintar” buat mancing korbannya keluar dari persembunyian untuk dibunuh. Kalau lihat zombie lari kenceng, ingatan saya langsung menuju ke film The Dead (2010) yang belum lama saya tonton. Yang boleh mendapat sedikit pujian adalah banyaknya adegan slasher di film ini. Ada kepala digorok, perut dibelah pakai gergaji, dan yang paling ringan leher yang ditusuk pakai sendok bekas nyairin heroin. Tapi, saking banyaknya mengumbar adegan slasher dan menurut saya nampak jadi “kurang indah”, film ini jadi “lebay” dalam menampilkan adegan slasher itu sendiri. Namun, lumayanlah untuk ukuran seorang sutradara baru. Cuma saya masih merasa sayang sama duit yang dipake buat produksi film ini karena menurut saya, mending duitnya dikasih ke Mo Brothers aja kalau memang mau bikin film slasher yang bikin ngeri. 

 Brushing teeth...

Buat saya, Psychotica tidak semenarik posternya. Slasher-nya terlalu lebay dan kurang menarik, akting pemainnnya kacau dan nggak tegang sama sekali karena skenario yang kurang bagus. Nggak ada twist plot, nggak ada surprise ending, nggak ada apa-apa, cuma datar-datar saja sepanjang film sambil dengerin junkies cewek jejeritan aja.  Tapi itu baru pendapat saya lho, silahkan nonton sendiri dulu untuk membuktikan apakah review saya “katrok” atau tidak.  Sebagai tambahan, jangan buru-buru langsung pergi waktu credit title mulai muncul, ada sedikit kejutan sebelum credit title yang panjang muncul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar