Title: The Unborn Child
Year : 2011
Genre: Horror/Thriller
Genre: Horror/Thriller
Duration: 1 hr 31 mins
Directed by: Poj Arnon
Written by: Poj Arnon
Starring: Somchai Khemklad, Pitchanart Sakakorn
Directed by: Poj Arnon
Written by: Poj Arnon
Starring: Somchai Khemklad, Pitchanart Sakakorn
Fright Rate : * (1/5)
The Unborn Child (2011) : Hantu-hantu Hasil Aborsi
Saya kangen nonton film horror Thailand, itulah alasan saya menonton The Unborn Child. Film horror Thailand yang terakhir saya tonton adalah 4Bia 2 dan Ladda Land. Entah kenapa, film horror Thailand tuh kadang bisa bawa sensasi ketakutan tersendiri saat saya menontonnya. Tapi memang nggak semua film horror Thailand seperti itu, jadi nggak bisa digeneralisasi kalau film horror Thailand tuh pasti bagus dan bikin orang ketakutan. Salah satu contoh “simpangan” dari film horror Thailand yang nggak terlalu menakutkan adalah The Unborn Child. Awalnya saya tertarik dengan judul dan background ceritanya yang membahas tentang aborsi. Menurut hasil penerawangan mbah Google, The Unborn Child diangkat dari kisah nyata tentang ditemukannya janin-janin hasil aborsi di Thailand dengan jumlah yang amat fantastis yaitu 2002 janin pada puluhan loker di sebuah kuil. Saya sama sekali nggak ada ekspektasi apapun pada film ini, karena tak terlalu mengenal sutradaranya (katanya sih Poj Arnon adalah sutradara Thailand fenomenal dengan Bangkok Love Story-nya yang bikin heboh 2007 lalu) maupun para bintang film yang terlibat disini.
I'm the best in my job...
Kisahnya berawal dari sebuah keluarga kecil, Trai (Somchai Khemklad) dan istrinya Pim (Pitchanart Sakakorn) serta anaknya Yimai yang dihantui oleh suara dan penampakan makhluk mirip bayi di rumah mereka. Trai adalah seorang jurnalis foto khusus kriminal yang hobinya nenteng kamera DSLR kemanapun dia pergi. Sedangkan Pim adalah seorang ibu guru cantik yang mengajar di salah satu sekolah menengah di Thailand. Yimai awalnya adalah seorang anak kecil yang normal hingga pada suatu ketika dia punya kawan khayalan. Pim yang melihat ini jadi khawatir karena tingkah Yimai jadi aneh dan cenderung membahayakan, setelah berteman dengan kawan khayalannya tadi. Di sisi lain, salah satu murid Pim hamil dan ingin menggugurkan kandungannya dengan cara aborsi karena merasa nggak mampu untuk merawat bayi tersebut jika lahir nanti. Sementara itu, ada satu wanita lagi yang saya tak tahu siapa namanya (susah banget nginget nama orang-orang Thailand), juga jadi paranoid setelah melakukan aborsi karena seakan selalu dihantui oleh arwah janin yang diaborsinya. Yang bikin saya garuk-garuk kepala dan ngerasa janggal dengan cerita film ini adalah rata-rata pelaku aborsi di film ini, pergi ke dukun aborsi yang sama. Masa sih se-Thailand raya, dukun aborsinya cuma satu doang, padahal film ini diinspirasi dari ditemukannya 2002 janin hasil aborsi di sebuah kuil. Coba deh kalau dinalar, mestinya si dukun aborsi pasti kerja berat siang malam sampai mungkin nggak sempat mandi, makan, tidur, bahkan having sex buat capai rekor 2002 janin. Tapi, yah sudahlah, namanya juga film dan Poj Arnon nampaknya tidak ingin membuat pusing penontonnya dengan hitung-hitungan serta logika saya yang “kancut”.
Worst CGI...
Masih membawa kekhasan film horror asal negeri Gajah Putih, The Unborn Child juga dipoles dengan background music dan sound effect yang bikin orang kaget. Tapi, namanya juga polesan, hal itu tak berarti banyak pada solidnya cerita film ini sendiri. Poj Arnon telah gagal membuat dan merangkai berbagai plot yang ada di film ini yang seharusnya bisa lebih menyeramkan dan mampu menyampaikan pesan utama dari film ini bahwa aborsi itu adalah sesuatu yang salah dan kejam. The Unborn Child nampaknya adalah suatu film horror yang cuma asal jadi dan tidak memperhitungkan efek psikologis berupa ketakutan dari penontonnya. Mungkin boleh disejajarkan dengan tidak matangnya film-film Indonesia yang mengangkat kisah nyata tentang kasus kriminal beberapa tahun lalu tentang Dukun AS atau Sumanto, bahkan Ryan sang penjagal yang “maho”. Bicara soal ending film ini, memang ada sedikit yang mengejutkan saat ending-nya, tapi mungkin itu udah ketebak duluan. Meski tema film tentang aborsi sudah terlalu sering diangkat oleh banyak sineas di seluruh penjuru dunia, tapi bagi saya, The Unborn Child adalah salah satu film tentang aborsi yang sukses membuat saya kecewa. Poj Arnon, totally failed to make people scream….
Pembagian jatah sembako, 1 kantong janin per KK...
Akting dari bintang-bintang film yang terlibat di film ini juga biasa-biasa saja. Malah menurut saya cenderung main-main saja dan kurang mampu mengekspresikan rasa bersalah dan ketakutan akibat aborsi dan akibat gangguan dari arwah janin mereka. Belum lagi CGI yang dibuat sangat kasar untuk memberikan efek spesial di film ini juga makin membuat The Unborn Child makin dilupakan setelah ditonton. Dan yang paling “menohok” adalah suara tawa arwah bayi yang digunakan di film ini, nyata-nyata mencaplok suara tawa dari bayi yang sangat terkenal videonya di YouTube (itu loh, bayi yang ketawanya kepingkel-pingkel gara-gara kertas dirobek) . Bah, alangkah tak kreatifnya pembuat film ini hingga suara tawa arwah bayinya pun caplokan secara instan di YouTube. Lalu, apa yang menarik untuk ditonton dari film horror Thailand berjudul The Unborn Child ini ? Jawabannya saya adalah tidak ada yang menarik untuk ditonton dan dibahas lagi di film ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar