Senin, 30 Juli 2012

Paranormal Xperience 3D (2012) : Opera Sabun Horror in 3D



Title: Paranormal Xperience 3D (XP3D)
Year : 2012
Genre: Horror
Duration: 1 hr 30 mins
Directed by:  Sergi Vizcaino
Written by : Daniel Padro
Starring: Amaia Salamanca, Maxi Iglesias, Ursula Corbero, Alba Ribas 
Fright Rate : ** (2/5)

Paranormal Xperience 3D (2012) : Opera Sabun Horror in 3D


Saya ingat betul sekitar akhir ‘90an hingga awal 2000-an, televisi Indonesia, baik yang swasta maupun yang milik pemerintah, getol sekali menayangkan opera sabun hasil dubbing (bahasa kerennya saat itu telenovela). Bahasa asli yang digunakan tentu saja bahasa Spanyol, cuma supaya lebih bisa menarik dan mudah dimengerti masyarakat Indonesia, akhirnya telenovela ini di-dubbing ke bahasa Indonesia. Emak saya adalah salah satu penonton setia acara ini di berbagai saluran televisi, sampai hapal betul jam tayangnya dan jalan ceritanya, padahal stasiun TV-nya beda-beda (wonderful isn’t it ?, hehehe...). Tapi mungkin gara-gara keseringan nemenin Emak saya nonton telenovela itulah (meski sambil tertidur kadang-kadang), saya jadi sedikit tahu tipikal film-film Spanyol, yaitu ceritanya dramatis banget dan bahkan cenderung melankolis dan kadang nggak masuk akal. 

Jumat, 27 Juli 2012

Silent House (2012) : Hollywood Yang Hobi Bikin Remake


Title: Silent House
Year : 2012
Genre: Horror
Duration: 1 hr 25 mins
Directed by: Chris Kentis and Laura Lau
Written by : Laura Lau (screenplay), Gustavo Hernandez (film “La casa muda”)
Starring: Elizabeth Olsen, Adam Trese, Eric Sheffer Stevens 
Fright Rate : ** (2/5)

Silent House (2012) : Hollywood Yang Hobi Bikin Remake


Sekali lagi, Hollywood yang nampaknya sekarang makin kekurangan ide untuk membuat sebuah film horror bermutu, mencaplok sebuah film asal Uruguay berjudul La casa muda untuk dibikin versi Hollywood-nya dengan tajuk Silent House. Ini entah film keberapa yang di-remake dengan sentuhan ala Amerika oleh Hollywood, setelah sebelumnya juga me-remake beberapa J-Horror (film horror Jepang). Lama-lama, saya melihat gejala ini mungkin sebagai suatu kejenuhan dan buntunya ide dari industri film yang ada di Hollywood untuk bisa membuat film horror yang berkelas, seperti masa kejayaan film-film horror Hollywood sekitar tahun ’70-‘90an. Saya nggak pengen berpusing-pusing untuk mikirin itu semua, karena sebagai penonton film horror, tujuan saya hanya ingin mendapatkan hiburan yang bisa saya nikmati, titik. Mau hasil remake, original idea, ataupun true story/event, saya nggak terlalu peduli, karena yang penting adalah sebuah film (apapun genre-nya) wajib memberikan hiburan bagi penontonnya. Kembali ke Silent House (karena udah kebanyakan ngelantur…), menurut info yang berhasil saya himpun dari mbah Google, film ini memakai metode “one continuous take” alias pengambilan gambarnya dilakukan dengan terus menerus (tanpa “cut”) dan hanya dengan satu kamera saja, mirip dengan La casa muda. Katanya sih, biar bisa kasih pengalaman lebih buat yang nonton (agar bisa lebih dapet feel horror-nya) karena sepanjang film ini diputar, kameranya bakal buntutin sang tokoh utama kemanapun dia pergi. Karena kebetulan saya juga belum pernah nonton La casa muda, jadi belum bisa bandingin, mana yang lebih asyik buat ditonton. Seheboh apa sih sebenarnya film ini ? Mari kita buktikan bersama.