Rabu, 22 Februari 2012

Rosewood Lane (2011) : Psikopat Super Berprofesi Tukang Koran


Title: Rosewood Lane
Year : 2011
Genre: Horror/Thriller
Duration: 1 hr 31 mins
Directed by: Victor Salva
Written by: Victor Salva
Starring: Rose McGowan, Lin Shaye, Daniel Rossowens, Ray Wise
Fright Rate : ** (2/5)



Rosewood Lane (2011) : Psikopat Super Berprofesi Tukang Koran

Kalau kita berbicara tentang psikopat super yang paling tangguh dan legendaris di genre film horror slasher, sudah pasti jawabannya adalah Jason Voorhes dalam Friday The 13th dan Michael Myers di Halloween serta Leatherface di Texas Chainsaw Massacre. Memang Jason, Michael, maupun Leatherface paling susah untuk mati dan memiliki ketahanan tubuh yang boleh diadu dengan tentara-tentara android-nya Universal Soldier. Baik Jason, Leatherface maupun Michael punya masa lalu yang suram sebagai anak yang dibesarkan di keluarga amburadul dan sepertinya tak menginginkan ketiganya lahir ke dunia. Nah, di Rosewood Lane, Victor Salva nampaknya ingin menampilkan seorang psychopatic super human baru bernama Derek dan profesinya adalah paper boy alias tukang koran. What ?? Tukang Koran ? Yup, saya sendiri juga nggak ngerti kenapa Victor sampai tertarik bikin seorang tukang koran yang lengkap dengan sepedanya jadi psikopat. Sebelum menjadi sutradara Rosewood Lane Victor sangat terkenal dengan Jeepers Creepers (2001) beserta sekuelnya, Jeepers Creepers 2, dua tahun kemudian. Bagi saya, Jeepers Creepers adalah suatu film horror murni supranatural yang layak untuk dikoleksi dan masih lumayan creepy jika akan ditonton lagi suatu saat nanti. Ekspektasi saya terhadap Victor Salva di Rosewood Lane cukup besar dan semoga bisa seenak menonton Jeepers Creepers.
 Hello...Doc...
Rosewood Lane adalah nama jalan di sebuah komplek perumahan mewah yang terletak di suburban salah satu negara bagian Amrik. Seorang psikolog yang juga pengelola acara konsultasi psikologi di stasiun radio lokal bernama Dr. Sonny Blake (Rose McGowan) memiliki sejarah hidup yang cukup kelam di lingkungan tersebut akibat kematian ayahnya yang alkoholik. Ayah Sonny mati terjatuh dari tangga dan terjun bebas ke basement rumahnya dalam keadaan mabuk berat. Akhirnya Sonny memutuskan untuk tinggal di rumah tersebut, meski masih menyimpan duka akibat kehilangan ayahnya. Lingkungan kompleks perumahan yang “adem ayem” itu ternyata menyimpan suatu misteri tentang teror yang dilakukan oleh seorang tukang koran yang bernama Derek (Daniel Rossowens). Herannya, yang menjadi obyek untuk diteror oleh Derek secara mati-matian adalah Sonny. Mulai dari mengubah susunan boneka keramik kesayangan Sonny, menyelinap ke basement rumah, nyanyi lagu anak-anak Hickory Dickory Doc dengan nada “creepy” saat acara talkshow-nya Sonny, suka ngintip segala kegiatan di rumah Sonny, hingga mengencingi pacar Sonny dan akhirnya pada suatu kesempatan, berhasil menyiksa pacar Sonny. 

Konsentrasi....Tatap mata saya....
Khas pakem film horror, cerita tentang teror si tukang koran yang diungkapkan Sonny pada teman-teman dan polisi tak dipercaya dan semuanya malah menuduh Sonny terganggu mentalnya akibat telah kehilangan ayahnya yang alkoholik. Oh ya, Derek disini digambarkan memiliki mata mirip iblis, pupilnya hitam kelam, mirip seperti orang yang lagi kerasukan setan di serial Supernatural-nya Eric Kripke. Selain itu, Derek juga “dikaruniai” kekuatan fisik layaknya super human. Dia bisa gowes sepeda dan lari dengan kecepatan tinggi serta gampang “menghilang” kalau dikejar. Tapi, satu kelemahannya, dia paling ngeri sama yang namanya anjing. Teror demi teror berlanjut hingga akhirnya melibatkansatu kompi SWAT buat nangkap Derek, setelah mendapat laporan dari Sonny bahwa pacarnya telah dikubur hidup-hidup oleh Derek. Sonny juga mulai curiga bahwa kematian ayahnya mungkin bukan semata-mata karena mabuk berat dan terjatuh dari tangga, melainkan Derek yang membunuh ayahnya.

Go...go...go...
Setelah komplit menonton film ini, ternyata ekspektasi saya terlalu tinggi pada Victor Salva dengan Rosewood Lane. Meski tema yang diambil masih tentang dunia supranatural layaknya Jeepers Creepers, namun Victor nampaknya kehilangan “taring” di Rosewood Lane. Selain itu, film ini alur ceritanya lumayan lambat dan agak bertele-tele. Jalan cerita yang nggak jelas juga makin memperparah film ini. Setelah ending-pun, penonton juga dibiarkan garuk-garuk kepala kebingungan oleh Victor Salva karena banyak sekali pertanyaan tak terjawab selama film ini diputar. Contoh kecil, siapa sebenarnya si tukang koran bernama Derek ini dan kenapa kerjaan sampingannya selain jadi tukang koran, dia suka neror orang-orang di Rosewood Lane ? Terus, kenapa juga yang paling gencar jadi sasaran terornya Derek adalah Sonny ? Padahal di sepanjang Rosewood Lane banyak juga orang lain yang tinggal ? Tapi nampaknya Victor memang membiarkan itu semua menjadi suatu hal yang dapat diimajinasikan di pikiran penonton film ini. Pendalaman tentang latar belakang tokoh protagonis dan sang antagonis juga tak terlalu banyak diceritakan oleh Victor. Yang agak membantu dalam memahami latar belakang sang protagonis adalah beberapa adegan flashback yang diselipkan oleh Victor di film ini. Menonton Rosewood Lane seakan “pasrah bongkokan” pada hasil kerja Victor Salva dan seluruh krunya, tanpa ada sesuatu yang bisa membuat penontonnya akan selalu mengingat film ini terus.

Hahahaha.....Can't beat me...I'm super human

Jujur saja, saat menonton Rosewood Lane, tak saya rasakan adanya ketakutan dan nuansa “intense”. Satu-satunya yang dapat menghibur saya cuma penampilan Rose McGowan. Meski sekarang usianya sudah tak muda lagi, tapi masih nampak bekas kecantikannya di masa lalu. Cuma sekarang, Rose McGowan kelihatan lebih tebal aja bedaknya di film ini, mungkin dengan tujuan nutupin keriput yang udah mulai muncul. Saya masih ingat betul penampilan Rose sebagai heroine yang satu kakinya diganti senapan mesin di Planet Terror-nya Robert Rodriguez (2007) yang melegenda Penampilan Lin Shaye (sebagai ibu yang dikira ibunya Derek sama si Sonny) juga tak maksimal di film ini. Padahal waktu Lin berperan sebagai dukun di Insidious (2011), aktingnya boleh saya acungi jempol. Editing filmnya biasa-biasa saja dengan tambahan sedikit permainan CGI di dalamnya.

Hickory Dickory Doc....
Yang jelas, Derek tak akan mampu menggantikan kharisma Jason Voorhes, Michael Myers, bahkan Leatherface. Buat saya, selain gila dan diberi kekuatan tubuh yang super, seorang psikopat yang “baik” itu haruslah cerdas dan keren. Dan Derek tak memenuhi kriteria sebagai seorang psikopat yang “baik” karena dia tak terlalu cerdas dan tak terlalu keren dalam menghabisi korbannya. Jadi sementara ini, belum ada yang mampu menggeser tahta Jason, Michael, dan Leatherface sebagai psikopat yang keren dan brutal. Sebenarnya Rosewood Lane sangat berpotensi untuk menjadi suatu film horror psikopat yang layak tonton. Cuma sayangnya, mungkin Victor masih ingin bermain-main dengan dunia supranatural di film ini, sehingga dia tak terlalu banyak mengeksplorasi brutalnya sang antagonis psikopat dalam menghabisi korban-korbannya. Namun, ini hanyalah pendapat saya saja. Selebihnya, silahkan tonton sendiri Rosewood Lane dan buktikan apakah pendapat saya yang “katrok” ini bisa diterima atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar