Title: Rosewood Lane
Year : 2011
Genre: Horror/Thriller
Genre: Horror/Thriller
Duration: 1 hr 31 mins
Directed by: Victor Salva
Written by: Victor Salva
Starring: Rose McGowan, Lin Shaye, Daniel Rossowens, Ray Wise
Directed by: Victor Salva
Written by: Victor Salva
Starring: Rose McGowan, Lin Shaye, Daniel Rossowens, Ray Wise
Fright Rate : **
(2/5)
Rosewood Lane (2011) : Psikopat
Super Berprofesi Tukang Koran
Kalau kita berbicara tentang psikopat
super yang paling tangguh dan legendaris di genre film horror
slasher, sudah pasti jawabannya adalah Jason Voorhes dalam Friday The
13th dan Michael Myers di Halloween serta Leatherface di
Texas Chainsaw Massacre. Memang Jason, Michael, maupun Leatherface
paling susah untuk mati dan memiliki ketahanan tubuh yang boleh diadu
dengan tentara-tentara android-nya Universal Soldier. Baik Jason,
Leatherface maupun Michael punya masa lalu yang suram sebagai anak
yang dibesarkan di keluarga amburadul dan sepertinya tak menginginkan
ketiganya lahir ke dunia. Nah, di Rosewood Lane, Victor Salva
nampaknya ingin menampilkan seorang psychopatic super human
baru bernama Derek dan profesinya adalah paper boy alias tukang koran. What ?? Tukang Koran ? Yup, saya sendiri juga
nggak ngerti kenapa Victor sampai tertarik bikin seorang tukang koran
yang lengkap dengan sepedanya jadi psikopat. Sebelum menjadi
sutradara Rosewood Lane Victor sangat terkenal dengan Jeepers
Creepers (2001) beserta sekuelnya, Jeepers Creepers 2, dua tahun
kemudian. Bagi saya, Jeepers Creepers adalah suatu film horror murni
supranatural yang layak untuk dikoleksi dan masih lumayan creepy
jika akan ditonton lagi suatu saat nanti. Ekspektasi saya terhadap
Victor Salva di Rosewood Lane cukup besar dan semoga bisa seenak
menonton Jeepers Creepers.
Hello...Doc...
Rosewood Lane adalah nama jalan di
sebuah komplek perumahan mewah yang terletak di suburban salah
satu negara bagian Amrik. Seorang psikolog yang juga pengelola acara
konsultasi psikologi di stasiun radio lokal bernama Dr. Sonny Blake
(Rose McGowan) memiliki sejarah hidup yang cukup kelam di lingkungan
tersebut akibat kematian ayahnya yang alkoholik. Ayah Sonny mati
terjatuh dari tangga dan terjun bebas ke basement rumahnya dalam
keadaan mabuk berat. Akhirnya Sonny memutuskan untuk tinggal di rumah
tersebut, meski masih menyimpan duka akibat kehilangan ayahnya.
Lingkungan kompleks perumahan yang “adem ayem” itu ternyata
menyimpan suatu misteri tentang teror yang dilakukan oleh seorang
tukang koran yang bernama Derek (Daniel Rossowens). Herannya, yang
menjadi obyek untuk diteror oleh Derek secara mati-matian adalah
Sonny. Mulai dari mengubah susunan boneka keramik kesayangan Sonny,
menyelinap ke basement rumah, nyanyi lagu anak-anak Hickory
Dickory Doc dengan nada “creepy” saat acara talkshow-nya
Sonny, suka ngintip segala kegiatan di rumah Sonny, hingga
mengencingi pacar Sonny dan akhirnya pada suatu kesempatan, berhasil
menyiksa pacar Sonny.
Konsentrasi....Tatap mata saya....
Khas pakem film horror, cerita tentang
teror si tukang koran yang diungkapkan Sonny pada teman-teman dan
polisi tak dipercaya dan semuanya malah menuduh Sonny terganggu
mentalnya akibat telah kehilangan ayahnya yang alkoholik. Oh ya,
Derek disini digambarkan memiliki mata mirip iblis, pupilnya hitam
kelam, mirip seperti orang yang lagi kerasukan setan di serial
Supernatural-nya Eric Kripke. Selain itu, Derek juga “dikaruniai”
kekuatan fisik layaknya super human. Dia bisa gowes sepeda dan
lari dengan kecepatan tinggi serta gampang “menghilang” kalau
dikejar. Tapi, satu kelemahannya, dia paling ngeri sama yang namanya
anjing. Teror demi teror berlanjut hingga akhirnya melibatkansatu
kompi SWAT buat nangkap Derek, setelah mendapat laporan dari Sonny
bahwa pacarnya telah dikubur hidup-hidup oleh Derek. Sonny juga mulai
curiga bahwa kematian ayahnya mungkin bukan semata-mata karena mabuk
berat dan terjatuh dari tangga, melainkan Derek yang membunuh
ayahnya.
Go...go...go...
Setelah komplit menonton film ini,
ternyata ekspektasi saya terlalu tinggi pada Victor Salva dengan
Rosewood Lane. Meski tema yang diambil masih tentang dunia
supranatural layaknya Jeepers Creepers, namun Victor nampaknya
kehilangan “taring” di Rosewood Lane. Selain itu, film ini alur
ceritanya lumayan lambat dan agak bertele-tele. Jalan cerita yang
nggak jelas juga makin memperparah film ini. Setelah ending-pun,
penonton juga dibiarkan garuk-garuk kepala kebingungan oleh Victor
Salva karena banyak sekali pertanyaan tak terjawab selama film ini
diputar. Contoh kecil, siapa sebenarnya si tukang koran bernama Derek
ini dan kenapa kerjaan sampingannya selain jadi tukang koran, dia
suka neror orang-orang di Rosewood Lane ? Terus, kenapa juga yang
paling gencar jadi sasaran terornya Derek adalah Sonny ? Padahal di
sepanjang Rosewood Lane banyak juga orang lain yang tinggal ? Tapi
nampaknya Victor memang membiarkan itu semua menjadi suatu hal yang
dapat diimajinasikan di pikiran penonton film ini. Pendalaman tentang
latar belakang tokoh protagonis dan sang antagonis juga tak terlalu
banyak diceritakan oleh Victor. Yang agak membantu dalam memahami
latar belakang sang protagonis adalah beberapa adegan flashback
yang diselipkan oleh Victor di film ini. Menonton Rosewood Lane
seakan “pasrah bongkokan” pada hasil kerja Victor Salva dan
seluruh krunya, tanpa ada sesuatu yang bisa membuat penontonnya akan
selalu mengingat film ini terus.
Hahahaha.....Can't beat me...I'm super human
Jujur saja, saat menonton Rosewood
Lane, tak saya rasakan adanya ketakutan dan nuansa “intense”.
Satu-satunya yang dapat menghibur saya cuma penampilan Rose McGowan.
Meski sekarang usianya sudah tak muda lagi, tapi masih nampak bekas
kecantikannya di masa lalu. Cuma sekarang, Rose McGowan kelihatan
lebih tebal aja bedaknya di film ini, mungkin dengan tujuan nutupin
keriput yang udah mulai muncul. Saya masih ingat betul penampilan
Rose sebagai heroine yang satu kakinya diganti senapan mesin di
Planet Terror-nya Robert Rodriguez (2007) yang melegenda Penampilan
Lin Shaye (sebagai ibu yang dikira ibunya Derek sama si Sonny) juga
tak maksimal di film ini. Padahal waktu Lin berperan sebagai dukun di
Insidious (2011), aktingnya boleh saya acungi jempol. Editing filmnya
biasa-biasa saja dengan tambahan sedikit permainan CGI di dalamnya.
Hickory Dickory Doc....
Yang jelas, Derek tak akan mampu
menggantikan kharisma Jason Voorhes, Michael Myers, bahkan
Leatherface. Buat saya, selain gila dan diberi kekuatan tubuh yang
super, seorang psikopat yang “baik” itu haruslah cerdas dan
keren. Dan Derek tak memenuhi kriteria sebagai seorang psikopat yang
“baik” karena dia tak terlalu cerdas dan tak terlalu keren dalam
menghabisi korbannya. Jadi sementara ini, belum ada yang mampu
menggeser tahta Jason, Michael, dan Leatherface sebagai psikopat yang
keren dan brutal. Sebenarnya Rosewood Lane sangat berpotensi untuk
menjadi suatu film horror psikopat yang layak tonton. Cuma sayangnya,
mungkin Victor masih ingin bermain-main dengan dunia supranatural di
film ini, sehingga dia tak terlalu banyak mengeksplorasi brutalnya
sang antagonis psikopat dalam menghabisi korban-korbannya. Namun, ini
hanyalah pendapat saya saja. Selebihnya, silahkan tonton sendiri
Rosewood Lane dan buktikan apakah pendapat saya yang “katrok” ini
bisa diterima atau tidak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar