Sabtu, 17 Juni 2017

47 Meters Down/In The Deep : Not Ordinary Shark Attack Movie


Title : 47 Meters Down/In The Deep
Genre : Horror/Thriller
Year : 2017
Duration : 1 hr 29 mins.
Directed by : Johannes Roberts
Screenplay : Johannes Roberts, Ernest Riera
Starring : Mandy Moore, Claire Holt, Chris Johnson, Yani Gellman, Matthew  Modine
Thrill Rate : ****(4/5)


47 Meters Down/In The Deep : Not Ordinary Shark Attack Movie

Saat pertama  melihat trailer dari 47 Meters Down, jujur saja, ekspektasi saya terhadap film ini tidak terlalu tinggi. Penyebabnya adalah sudah terlalu banyak film thriller/horror yang mengangkat tema tentang serangan makhluk laut bernama hiu. Mulai dari Jaws yang sangat legendaris hingga sci-fi sekelas Sharknado. Jika tidak hati-hati dalam mengemas tema, bukan tidak mungkin alur cerita dan keganasan hiu yang ditampilkan akan mengikuti pakem lama dan klise macam Jaws. Dimension Films awalnya akan mendistribusikan film ini dalam bentuk home video dengan judul In The Deep. Namun akhirnya berhasil dilayar-lebarkan oleh Entertainment Studios. Pada opening scene versi Dimension Films, nampak nama Alexandre Aja menjadi produser eksekutif dari film ini, tetapi dalam versi layar lebar, nama Alexandre Aja tidak muncul lagi sebagai produser eksekutif. Entah apa penyebabnya, saya kurang paham, tetapi sebenarnya justru Alexandre Aja yang membuat saya jadi tertarik untuk menonton film ini. Alexandre Aja telah dikenal sebagai sutradara film-film horor dan french extremity seperti Haute Tension (High Tension) (2003) dan The Hills Have Eyes (2006).       

Sabtu, 10 Juni 2017

Dark Universe

Dark Universe
(Sebuah ulasan singkat)


Dark Universe adalah universe baru yang telah resmi diluncurkan oleh Universal Pictures. Mungkin ini adalah terobosan baru dari Universal Pictures dalam menghadapi universe lainnya yang sedang sangat diminati penonton film saat ini, misalnya saja Marvel Universe atau DC Universe dengan super hero dan super heroine-nya.

Rencananya Dark Universe akan mengangkat kembali film-film horor monster yang sangat hits di era 1920-1950an. Termasuk diantaranya The Mummy dan Frankenstein yang dibintangi oleh Boris Karloff, Dracula, The Invinsible Man, dsb. Penampilan dan cerita monster-monster ini akan dibuat lebih modern agar dapat dinikmati oleh para penonton di era sekarang. Plus, dibintangi oleh bintang-bintang papan atas serta sutradara dan penulis skenario kelas wahid.



Film pertama dari Dark Universe ini adalah re-boot dari The Mummy yang dibintangi oleh Tom Cruise dan Russel Crowe yang baru release di Indonesia tanggal 7 Juni 2017 lalu. Selanjutnya, Dark Universe akan mengangkat kisah The Bride of Frankenstein yang akan dibintangi oleh Javier Bardem (Kapten Salazar dalam seri terbaru Pirates of Caribbean), seperti dikutip dari web-nya darkuniverse.com.
Namun, di mata saya, agaknya The Mummy kemarin agak kurang "menggigit" dan cenderung membosankan untuk ditonton. Nampaknya "kutukan" bahwa film hasil re-boot dari film yang sangat populer di masa lalu cenderung kurang baik dan sukses masih menghantui Hollywood. Ini juga menunjukkan adanya kejenuhan yang luar biasa di industri film horor Hollywood belakangan ini sehingga ide-ide baru yang cukup gila untuk ditampilkan di layar lebar sangat minim. Alih-alih mempertahankan monster-monster klasik ini, seharusnya industri film Hollywood semestinya rajin menggali ide-ide baru untuk "menakuti" para penonton di bioskop.

Tapi, ini baru film pertama yang dikeluarkan oleh Dark Universe. Semoga film-film selanjutnya dapat lebih baik dan layak tonton, sehingga bisa lepas dari bayang-bayang monster klasik ini pada masanya dulu.


Jumat, 14 Desember 2012

Hell (2011) : Perspektif Kiamat Secara Minimalis



Title: Hell
Year : 2011  
Genre: Horror/Thriller/Sci-Fi
Duration: 1 hr 29 mins  
Directed by: Tim Fehlbaum  
Written by: Tim Fehlbaum
Starring: Hannah Herzsprung, Stipe Erceg, Lisa Vicari   
Thrill Rate : *** (3/5)



Hell (2011) : Perspektif Kiamat Secara Minimalis




“What ?? Roland Emmerich made a horror movie ?


Awalnya saya nyaris nggak percaya jika produser eksekutif Hell ini adalah Roland Emmerich. Padahal, seperti yang mungkin sudah kita ketahui bersama, Roland Emmerich jarang sekali membuat film yang “ecek-ecek” karena filmnya cenderung jadi blockbuster, bombastis dan merupakan suatu mega proyek di industri perfilman (terutama Hollywood), meski terkadang cerita yang dibawakan di film-filmnya nggak terlalu istimewa. Simak saja hasil karyanya seperti Independence Day (1996) atau The Day After Tomorrow (2004), bahkan film yang sempat bikin heboh dan penasaran rakyat Indonesia macam 2012 kurang lebih 3 tahun lalu. Roland nampaknya memang sangat terobsesi pada segala hal yang berbau “kiamat” dan “kehancuran dunia” dan apa yang disajikan Roland dalam film-filmnya pastilah sangat “besar”, baik dari segi proses produksi filmnya maupun dari segi budget. Ini yang sebenarnya membuat saya heran, mengapa Roland tertarik untuk menjadi produser eksekutif dari film Hell yang boleh dibilang menampilkan unsur “kiamat” atau “kehancuran dunia” secara minimalis. Bahkan sutradara dan penulis ceritanya juga belum terlalu dikenal di kancah perfilman (Tim Fehlbaum sebelumnya lebih banyak berkutat dengan short movie alias film pendek, menurut info yang didapat dari IMDb). Tapi, terlepas dari itu semua, Tim Fehlbaum boleh dibilang beruntung karena Roland mau melirik bahkan mendanai proyek yang sedang dikerjakannya hingga Hell berhasil diproduksi. Yah, boleh dibilang from zero to hero, IMHO. Dengan masih tetap mengedepankan unsur post-apocalyptic, film asal Jerman ini tampil agak berbeda dengan tak terlalu mengeksploitasi kehancuran dunia secara berlebihan.

Kamis, 22 November 2012

Adam Chaplin (2011) : Eksotisme Splatter Movie Italia Ala Manga




Title : Adam Chaplin
Year : 2011
Genre : Action/Horror
Duration : 1 hr 26 mins
Directed by : Emanuele De Santi
Written by : Emanuele De Santi
Starring : Emanuele De Santi, Giulio De Santi, Alessandro Gramanti, Paolo Luciani
Fright Rate : **** (4/5)

Adam Chaplin (2011) : Eksotisme Splatter Movie Italia Ala Manga


Siapa yang tak kenal dengan manga ? Komik Jepang ini seakan menjadi sebuah textbook bagi remaja (bahkan anak-anak) yang hidup di milennium ini. Jepang memang boleh dikatakan banyak memberikan inspirasi bagi hampir seluruh pop culture yang berkembang saat ini di seluruh dunia, termasuk di industri film. Bahkan, beberapa kali nyata-nyata industri film di Hollywood me-remake beberapa film J-Horror, meski hasilnya rata-rata mengecewakan akibat Hollywood terlalu mengedepankan sisi “bule” alias masih terlalu kebarat-baratan dalam mengadaptasi sebuah J-Horror, walhasil Hollywood gagal membungkus dan mentransfer nuansa kengerian dan ketakutan yang kita peroleh saat menonton J-Horror yang sesungguhnya. Namun, dibalik itu semua, ada seorang sutradara yang sekaligus aktor asal Italia bernama Emanuele De Santi, mencoba untuk memberikan visualisasi ala manga pada film berbahasa Italia berjudul Adam Chaplin ini.