Title: The Awakening
Year : 2011
Genre: Horror/Thriller
Genre: Horror/Thriller
Duration: 1 hr 42 mins
Directed by: Nick Murphy
Written by: Stephen Volk, Nick Murphy
Starring: Rebecca Hall, Dominic West, Imelda Staunton
Directed by: Nick Murphy
Written by: Stephen Volk, Nick Murphy
Starring: Rebecca Hall, Dominic West, Imelda Staunton
Fright Rate : * (1/5)
The Awakening (2011) : The Hoax Exposer Heroine
Sinema Inggris nampaknya masih suka bermain-main dengan teror rumah berhantu dan kesan misterius, dingin serta suram di beberapa film horror yang muncul belakangan ini. Meski ide dan jalan ceritanya boleh dibilang agak mirip satu dengan lainnya, namun para sineas Inggris masih cukup kreatif tentang bagaimana cara mengolah tipe-tipe film horror rumah berhantu ini agar nampak cukup menarik dan layak ditonton. Tapi mungkin karena sudah terlalu banyak tema tentang rumah berhantu yang dieksplorasi oleh para sineas di seluruh penjuru dunia, jadinya film-film horror dengan tema tersebut jadi makin nampak membosankan dan horror yang ditampilkannya terkesan “mild” untuk para pecinta film horror. Tema tersebut juga diusung oleh sebuah film horror asal Inggris berjudul The Awakening ini. Cerita filmnya ditulis secara gotong royong antara Stephen Volk dan Nick Murphy yang juga merangkap sebagai sutradara. Karena saya lebih sering menonton film Inggris yang judulnya Teletubbies bersama anak saya di saat senggang, makanya bintang-bintang macam Rebecca Hall, Dominic West atau Imelda Staunton kedengaran asing di telinga saya dibanding Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Poo.
Many gadgets to catch the ghost...
The Awakening mengambil setting waktu sekitar tahun 1921, tepatnya pasca Perang Dunia II. Saat itu kondisi Inggris digambarkan baru pulih dari carut marut akibat perang. Dalam kondisi tak menentu ini, hoax tentang kejadian mistis dan alam gaib makin subur berkembang dan juga mendorong bermunculannya dukun-dukun palsu yang suka menyebar hoax, diantaranya melalui upacara pemanggilan roh alias séance. Dalam kondisi inilah muncul seorang tokoh jagoan cewek cantik nan pintar bernama Florence Catchcart (Rebecca Hall). Mata pencaharian Florence adalah membongkar segala macam hoax yang berhubungan dengan alam gaib terutama hantu-hantuan. Bahasa kerennya adalah Hoax Exposer. Cara kerjanya mirip Sherlock Holmes dan dalam setiap aksinya, Florence dilengkapi dengan berbagai macam gadget yang lumayan canggih pada masa itu untuk membuktikan kehadiran sang hantu. Florence digambarkan sebagai seorang cewek yang amat cerdas dan logis, sehingga dia tak percaya sama sekali tentang segala hal yang berbau mistis dan gaib. Di awal film akan ditampilkan adegan saat Florence membongkar suatu upacara séance palsu yang ternyata memang betul-betul suatu hoax. Suatu saat Florence harus memecahkan misteri tentang penampakan hantu seorang anak kecil yang sering muncul di sebuah sekolah khusus laki-laki (boarding school). Penampakan hantu anak kecil ini menimbulkan keresahan pada murid dan guru di sekolah itu hingga pihak sekolah memutuskan untuk menyewa jasa Florence demi membuktikan bahwa tak ada hantu yang berkeliaran di sekolah tersebut. Namun ternyata kali ini Florence harus berhadapan dengan suatu hal yang berada di luar nalarnya hingga dia jadi “parno” sendiri dalam memecahkan misteri tentang hantu yang gentayangan di sekolah itu.
I can't forget the past..
Masih tetap membawa horror gaya Inggris tempo dulu yang umumnya sarat dengan hantu-hantu rumahan yang mendiami bangunan tua, The Awakening menyajikan cerita yang lumayan solid meski agak membosankan dan cenderung bikin ngantuk. Malah menurut pendapat saya, The Awakening lebih kental menampilkan sisi drama dari sang protagonist. Hal inilah yang justru membuat film ini menjadi suatu film horror yang “mild” dan tak terlalu kuat dalam menakuti penontonnya. Sama sekali tak ada yang istimewa di film ini selain suasana yang agak suram, misterius, dingin, tapi tak terlalu creepy. Saya malah justru asyik memperhatikan keunikan gadget-gadget klasik yang dipergunakan oleh Florence dalam menangkap sang hantu, dibanding menyimak jalan cerita film ini sendiri. Menjelang ending, ada sedikit twist yang ditampilkan, tapi tak terlalu banyak berarti bagi film ini sendiri karena disitu akan dijelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Jika anda memang tak terlalu suka ditakut-takuti oleh film horror “hardcore” yang kadang sampai bikin penonton pipis di celana, maka The Awakening boleh dijadikan referensi untuk ditonton. Setidaknya The Awakening masih cukup memberikan aroma horror dengan dosis rendah. Tapi bagi seorang “horror freak”, film ini cukup bagus untuk dijadikan pengantar tidur. Secara umum, The Awakening tak punya nilai lebih apapun di dalamnya karena baik dari segi cerita dan maupun dari cara sang sutradara bertutur sangat standar dan tak terlalu berani beresiko menampilkan hal yang bombastis, sehingga film ini cenderung flat dan sangat biasa.


