Title: The Tall Man
Year : 2012
Genre: Horror/Thriller/Mystery/Crime
Genre: Horror/Thriller/Mystery/Crime
Duration: 1 hr 45 mins
Directed by: Pascal Laugier
Written by: Pascal Laugier
Starring: Jessica Biel, Jodelle Ferland, Stephen McHattie
Directed by: Pascal Laugier
Written by: Pascal Laugier
Starring: Jessica Biel, Jodelle Ferland, Stephen McHattie
Thrill Rate : *** (3/5)
The Tall Man (2012) : Kritik Sosial
Melalui Sebuah Mitos
Pascal Laugier, itulah salah satu nama yang
membuat saya tertarik untuk menonton The Tall Man. Masih lumayan melekat di
pikiran saya, bagaimana sepak terjang Laugier dalam menggarap Martyrs yang
cukup ekstrim itu. Pascal Laugier memang seorang sutradara dan sekaligus
penulis script film yang karyanya dominan
beraliran New France Extremity,
karena selalu sarat dengan torture porn,
gore, dan terkadang cenderung ekstrim
menampilkan berbagai hal yang dianggap tabu di dunia sinema. Sebenarnya
ekspektasi saya terhadap The Tall Man cukup besar, karena film ini memiliki
beberapa hal yang cukup meyakinkan untuk ditonton, yaitu :
A. Sutradara dan penulis ceritanya Pascal Laugier; harapannya, The Tall Man
mampu memberikan tontonan sekelas Martyrs yang banyak mengeksploitasi
adegan-adegan disturbing (karena
inilah yang menurut saya menarik dari film karya Laugier);
B. Produser dan sekaligus bintang utama The Tall Man adalah Jessica Biel; terakhir
nonton aksi Biel di film Stealth, akting dan penampilannya sudah tak diragukan
lagi. Justru yang menarik disini adalah peran Biel di The Tall Man, jauh dari
kesan sexy seperti yang sering dimunculkan di film-film Biel lainnya, karena
dia hanya berperan sebagai seorang perawat di sebuah kota kecil yang lumayan
sepi;
C. The Tall Man adalah film berbahasa Inggris pertama (dengan kultur
Amerika) yang dikerjakan oleh Pascal Laugier; dalam pandangan saya, pasti ada
tantangan tersendiri bagi Laugier untuk menggarap film ini sehingga hasilnya
bisa bagus banget atau jelek banget, karena mengawinkan New France Extremity dalam kultur sinema Amerika bisa jadi suatu
hal yang baru dan bisa saja nggak berhasil menarik minat penonton untuk
menyaksikannya hingga tuntas.
Berdasarkan hal-hal itulah,
akhirnya The Tall Man terputar di player
saya, masih dengan harapan bisa melihat darah berceceran memenuhi layar player selama film diputar.
Julia Denning (Jessica Biel)
adalah seorang perawat di satu-satunya pusat kesehatan di sebuah kota kecil
dekat Washington. Suami Julia, yang juga dokter di kota terpencil tersebut,
telah meninggal sehingga Julia harus menggantikan posisi suaminya sebagai
tenaga medis. Kota ini dulu sebenarnya ramai karena adanya sebuah tambang.
Namun kini tambang tersebut telah ditutup sehingga berakibat banyak penduduk
kota yang kehilangan mata pencahariannya. Otomatis kondisi sosial masyarakat di
kota tersebut jadi lumayan kacau balau. Mulai
dari pengangguran, kemiskinan, termasuk dalam kelalaian orang tua dalam urusan
perawatan anak muncul sebagai konflik. Mitos mengenai sering menghilangnya
anak-anak di kota tersebut adalah akibat penculikan yang dilakukan oleh sosok
mistis berjuluk Tall Man yang sangat dipercayai oleh penduduk. Julia yang
menganggap dingin tentang mitos Tall Man, ketiban sial juga karena anaknya ikut
diculik oleh Tall Man. Akhirnya dengan usaha mati-matian, Julia berusaha
mengungkap siapa sebenarnya sosok Tall Man yang hobi menculik anak-anak ini.
Dengan gaya bertutur yang naratif
(suara narrator diisi oleh Jodelle Ferland), Pascal Laugier memberikan suatu
tontonan yang jauh berbeda dengan Martyrs. Namun meski demikian, bukan berarti
The Tall Man lalu menjadi suatu film yang tak menarik untuk ditonton, tetapi
malah justru sebaliknya. 25 menit pertama menonton film ini memang terkesan
membosankan dan hampir membuat mengantuk, tapi ini hanya sekedar trik yang
digunakan oleh Laugier untuk membelokkan pemikiran penonton. Menit- menit
selanjutnya, kita akan dibuat semakin penasaran oleh Laugier tentang apa yang
sebenarnya terjadi. Banyak sekali twist
yang dikembangkan oleh Laugier di film ini sehingga terkadang membuat penonton
jadi terkecoh dan sedikit menguras emosi penonton. Suatu saat sang protagonis
bisa saja mendadak jadi antagonis, tapi selanjutnya sang protagonis malah
menjadi korban dari konflik dan keadaan tak menentu yang terus menerus
berkembang sepanjang film. Ini juga merupakan kejutan tersendiri yang cukup
berkesan bagi saya karena intinya The Tall Man adalah suatu film yang nggak
mudah ditebak bagaimana kisah selanjutnya apalagi ending-nya. Malahan Laugier dengan sengaja membuat ending film ini menggantung agar
penonton dapat menarik kesimpulan tersendiri dari apa yang telah ditontonnya.
Boleh dibilang, hingga film inipun berakhir, mungkin masih bisa menimbulkan perdebatan
di antara penonton tentang apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana akhir film
ini sebenarnya. Bicara soal kritik sosial atau ditampilkannya tabu di aliran France New Wave atau New France Extremity, Laugier nampaknya
menitikberatkan kritik tersebut pada ketakberdayaan pemerintah dalam mengatasi
masalah sosial akibat kurangnya lapangan kerja, kemiskinan, pelecehan terhadap
anak serta dalam masalah pengasuhan anak. Laugier telah sukses menyampaikan
pesan moral tersebut dengan bahasa visual sinematik yang ujung-ujungnya
memberikan rasa nggak nyaman bagi penonton karena penonton “dipaksa” oleh
Laugier untuk melihat realita yang ada di masyarakat saat ini (khususnya di
Amerika Serikat).
Lupakan soal adegan-adegan gore dan torture porn atau adegan
disturbing yang banyak mewarnai
sinema beraliran New French Extremity,
karena sebenarnya tanpa muncaratan darah dan tubuh yang termutilasi secara
brutal, Laugier telah memberikan tontonan horror/ thriller yang lebih menarik
di film ini. Pengambilan gambarnya yang sangat minim cahaya juga memberikan
kesan tersendiri saat menonton. Hal yang membuat film ini jadi memorable bagi saya adalah eksekusi
Laugier di The Tall Man telah membuat saya kecewa tapi sekaligus tersenyum
senang karena film ini memang agak sedikit berbeda dengan film-film
horror/thriller lainnya yang sudah pernah saya tonton, karena Laugier banyak
memainkan emosi penontonnya serta telah sukses membuat penonton The Tall Man
semakin penasaran menjelang ending, minus kebrutalan, muncratan darah, dan potongan
anggota tubuh yang berserakan. Selain itu, plot-nya
juga nggak linier alias melompat-lompat semau Laugier, agar membuat penonton
jadi mengikuti terus cerita film ini, tapi nggak bikin pusing penonton juga.
Akting Jessica Biel dan Jodelle Ferland bisa diacungi jempol di film ini.
Musiknya juga semakin membuat penonton jadi tercekam sepanjang film ini
berjalan. Mungkin bisa saja karena mood
saya yang sedang bagus atau memang filmnya yang keren, jadinya saya sanggup
menonton film ini hingga selesai, tanpa didampingi cemilan ataupun bantal
disamping saya. The Tall Man adalah suatu film yang sangat unik di mata saya
dan telah sukses membuat saya tertarik untuk menjadikan film ini sebagai salah
satu koleksi film horror/thriller saya. Salut untuk Pascal Laugier yang berani
tampil beda di The Tall Man.





jujur, saat pertama kali saya menonton film ini, yg ada dalam pikiran saya hanya satu, "Saya ingin segera mengetahui siapa sosok The Tall Man itu". tapi nyatanya, sampai akhir film ini, saya tak kunjung menemui jawaban itu. Malah menjelang ending film, sy dibuat rancu untuk menebak siapa The Tall Man itu. Agak aneh jg, siapa sebenarnya yg jahat dlm film ini? Siapakah Mrs. Denning itu? Siapa pula wanita yang menyerang Denning dan menyebarkan fitnah pd penduduk sekitar bahwa Denning adalah si Tall Man. Lalu mengapa si Christine menyuntikkan sesuatu pd David? Lalu mengapa juga si gadis bisu mau saja dibawa kabur oleh seorang laki-laki untuk dijual pd seorang perempuan? Lalu, lalu, dan lalu. Itu yg selalu menjadi pertanyaan sy hingga detik ini. Agak menyebalkan sih, tp memang The Tall Man ini menguras banyak emosi saat menontonya..........
BalasHapussalam kenal Sarah,
Hapuspertanyaannya banyak amat yaaaa...hehehe. Demi mencegah spoiler, jawaban saya cuma bisa seperti ini : coba aja tonton pilemnya agak lebih detil, pasti ketemu deh jawabannya...hehehe...maaf y Sarah..
kalo yg bisu minta perhatian si tall man sih karena kelahiran bayi dari sodarinya (tonton pada intronya)yg dianggap aib bagi keluarganya, ada kemungkinan si bisu ingin si bayi hilang dari keluarganya
Hapusdan kenapa pula si Denning akhirnya dipenjara????? tolong jelaskaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnn :D
BalasHapusidem sama jawaban yang diatas yaaaa...hehehehe...
Hapussekali nonton udah dapet jawabannya :)
BalasHapusMantap :)
HapusHuwaaa mau komen tp kok telat 3 taun ya hehehe, btw ganti dong tampilan blog-nya abis sakit mata nih bacanya hehehe :)
BalasHapustall man sama slender man sama gak sih xD
BalasHapusby : Wikimodis
iya mau nonton 2 kli baru ngerti hahahha.. apa gue yang lemot yah hohoho...
BalasHapus-------------------------
BANDARDARAT.COM menyediakan pasaran :
-SINGAPORE
-NAGOYA
-WINA
-HONGKONG
-SYDNEY
-TORONTO
Minimal Depo WD Rp. 50.000,-
Hubungi Kami di :
Website : BandarDarat.com
Call Centre : +855-17-459008
YM : Cs_bandardarat
BBM : 59152AF5
Livechat : BandarDarat.com
Link Daftar : http://goo.gl/qhHE5V
Like Facebook : https://www.facebook.com/BandarDaratcom-484914535016763/
Join Grup : https://www.facebook.com/groups/557708171044424/
The Tall Man Beda Gk Ama Slenderman
BalasHapus