Title: Paranormal Xperience 3D (XP3D)
Year : 2012
Genre: Horror
Genre: Horror
Duration: 1 hr 30 mins
Directed by: Sergi Vizcaino
Directed by: Sergi Vizcaino
Written
by : Daniel Padro
Starring: Amaia Salamanca, Maxi Iglesias, Ursula Corbero, Alba Ribas
Starring: Amaia Salamanca, Maxi Iglesias, Ursula Corbero, Alba Ribas
Fright
Rate : **
(2/5)
Paranormal
Xperience 3D (2012) : Opera
Sabun Horror in 3D
Saya ingat betul sekitar
akhir ‘90an hingga awal 2000-an, televisi Indonesia, baik yang swasta maupun
yang milik pemerintah, getol sekali menayangkan opera sabun hasil dubbing (bahasa kerennya saat itu
telenovela). Bahasa asli yang digunakan tentu saja bahasa Spanyol, cuma supaya
lebih bisa menarik dan mudah dimengerti masyarakat
Indonesia, akhirnya telenovela ini di-dubbing
ke bahasa Indonesia. Emak saya adalah salah satu penonton setia acara ini di
berbagai saluran televisi, sampai hapal betul jam tayangnya dan jalan
ceritanya, padahal stasiun TV-nya beda-beda (wonderful isn’t it ?, hehehe...). Tapi mungkin gara-gara keseringan
nemenin Emak saya nonton telenovela itulah (meski sambil tertidur
kadang-kadang), saya jadi sedikit tahu tipikal film-film Spanyol, yaitu
ceritanya dramatis banget dan bahkan cenderung melankolis dan kadang nggak
masuk akal.
Tipikal inilah yang
nampaknya tetap dipertahankan film-film Spanyol hingga sekarang, dan nampaknya
hampir berlaku di semua genre. Saya
lebih suka menyebut rata-rata film horror/thriller Spanyol yang sempat saya
nonton sebagai dramatic-horror/melancholic-horror
(maaf kalau saya bikin istilah sub genre sendiri). Lihat saja film-film horror/thriller
yang diproduseri atau disutradarai oleh Guillermo Del Toro, macam Julia’s Eyes,
The Orphanage atau Are You Afraid of The Dark yang blending antara unsur drama-melankolis ala opera sabun dan
horror-nya bisa menyatu dengan baik. Jadi mungkin saja, meski ingin membuat
sebuah film bergenre horror, tapi karena kultur telenovela yang sudah melekat
erat dengan sinema Spanyol, maka hal ini kemudian dikawinkan, dan jadilah
tontonan macam The Orphanage dan Julia’s Eyes tadi agar tetap menarik untuk
ditonton masyarakat Spanyol sendiri. Nah, pakem seperti itulah yang kini masih
bertahan dan tetap muncul di film bertajuk Paranormal Xperience ini. Karena
sekarang hampir semua film sudah memanfaatkan teknologi 3D supaya bisa menyedot
penonton lebih banyak, maka diberilah embel-embel 3D di belakang judul film
ini. Sebenarnya, apa yang menarik untuk dinikmati dari film Paranormal
Xperience 3D (XP3D) ? Coba kita lihat sama-sama ya…
Angela (Amaia Salamanca) adalah
seorang mahasiswi psikiatri yang nggak percaya dengan segala hal berbau
paranormal dan supranatural. Suatu saat, dosen Angela yang terkenal sebagai
seorang professor yang agak eksentrik karena sering bikin eksperimen aneh
tentang kejiwaan, menantang Angela untuk membuktikan tentang adanya dunia
paranormal/supranatural. Karena kebetulan Angela juga butuh poin buat bisa
mendongkrak nilai kuliahnya, maka diterimanya tantangan itu bersama 4 orang
temannya. Sang dosen ingin agar Angela membuktikan tentang keberadaan hantu Dr.
Matarga yang sering gentayangan di bekas tambang tua pada sebuah kota kecil tak
berpenduduk bernama Susurro (Whisper). Dr. Matarga adalah legenda urban di kota
Susurro karena dokter ini gila dan sering banget menyiksa puluhan orang
pasiennya yang rata-rata pekerja tambang sampai mati. Karena marah, penduduk di
kota tersebut akhirnya menangkap sang dokter dan menyiksa serta mengurungnya di
sebuah bekas tambang garam. Tapi ketika penduduk kota itu ingin mengetahui
apakah sang dokter sudah mati atau belum karena telah dikurung dan disiksa
beberapa hari lamanya, tiba-tiba sang dokter lenyap begitu saja tanpa bekas.
Karena Angela membutuhkan mobil yang lebih besar untuk bisa mengangkut peralatan
serta teman-temannya, akhirnya dia meminjam van milik adiknya, Diana (Alba
Ribas). Hubungan Angela dan Diana ini sebenarnya dingin-dingin saja sejak
kematian ayah mereka. Diana juga memiliki penyakit mental karena hobinya suka
ngiris lengannya sendiri kalau lagi sedih. Namun, tanpa diduga, Diana akhirnya
mau meminjamkan van-nya dan ikut dengan Angela ke Susurro. Sejak hari pertama
ekspedisi tim Angela di Susurro, Diana-lah yang sering kali mendengar dan
melihat penampakan Dr. Matarga. Seakan-akan hanya dialah yang mampu
berkomunikasi dengan Dr. Matarga. Hingga akhirnya teman-teman Angela menjadi
korban keganasan Dr. Matarga yang tiba-tiba bisa muncul dimana saja dan kapan
saja. Lambat laun Angela tahu bahwa kemunculan Dr. Matarga ada hubungannya
dengan masa lalu dirinya dan Diana.
Ketika film ini baru
dimulai, saya sudah tertarik dan pengen melihat film ini sampai habis. Tapi,
begitu di pertengahan film, mood saya
jadi menurun karena eksekusinya jadi sangat lambat akibat filmnya mulai nggak
jelas dan jadi standar banget cara bikin penontonnya ketakutan (terutama sound effect yang kadang bikin kaget). Jalan
cerita serta plot ataupun premis yang digunakan di XP3D sangat standar dan
masih tetap saja terjebak dengan klise-klise lama film horror. Cerita tentang
legenda urban para psikopat ini sudah sangat umum dipakai di banyak film horror.
Sergi Vizcaino juga nampaknya lebih suka menggunakan beberapa twist kecil sepanjang film lewat adegan flashback untuk memberikan sedikit clue serta menggiring pemikiran penonton
tentang ending film ini nanti..
Selain itu, unsur opera sabun dan romantismenya kayaknya lebih mendominasi
ketimbang unsur horrornya sendiri. Kalau saya boleh bilang, ini mungkin
telenovela versi horror buat para remaja alias para ABG (karena rating film ini
adalah PG-13).
Sedikit hiburan bisa saya
dapat dari beberapa adegan gore/slasher
yang muncul sekejap-sekejap saja di film ini. Cuma sayangnya jadi agak kurang
cantik karena harus “dikotori” oleh efek CGI yang lumayan lebay. Hal lain yang
membuat saya terhibur adalah trio super
sexy Spanish girl Amaia Salamanca, Ursula Corbero, dan Alba Ribas (suit…suit…).
Lumayanlah, buat ngilangin sebel akibat filmnya yang nggak seru. Mohon maaf,
jika mau mencari nudity di film ini,
siap-siaplah untuk kecewa karena mereka agak pelit soal berpolos-polos ria
(mungkin karena yang saya nonton bukan versi unrated-nya juga kali ya). Lupakan soal akting masing-masing
bintang yang terlibat di film ini karena semuanya serba pas-pasan saja. Malah
cenderung ingin menjual ketampanan dan kecantikan bintang-bintang film yang
ikut main disini (mirip di telenovela), kecuali si tokoh antagonis. Nuansa creepy dan spooky-nya lumayan dapet, terutama untuk suasana kota Susurro yang
mirip kota hantu dan tambang garam tuanya.







udh ntn jg... film ini kbanyakan bumbu romantisme jd males, adegan gore-nya jg ga begitu byk. adegan polos emg ga ada, tp disempilin jg adegan2 semi hot ala telenovela :D
BalasHapusYah, gitu deh klo film-film berbau telenovela, ga jauh2 dari romantisme sis...:)
Hapustelenovela horor berarti hahahha
BalasHapus===========================================
BANDARDARAT.COM menyediakan pasaran :
-SINGAPORE
-NAGOYA
-WINA
-HONGKONG
-SYDNEY
-TORONTO
Minimal Depo WD Rp. 50.000,-
Hubungi Kami di :
Website : BandarDarat.com
Call Centre : +855-17-459008
YM : Cs_bandardarat
BBM : 59152AF5
Livechat : BandarDarat.com
Link Daftar : http://goo.gl/qhHE5V
Like Facebook : https://www.facebook.com/BandarDaratcom-484914535016763/
Join Grup : https://www.facebook.com/groups/557708171044424/
Terimakasih ceritanya jangan lupa kunjungi website kami juga http://bit.ly/2ATcxRG
BalasHapus