Title: Death and Cremation
Year : 2010
Genre: Thriller
Genre: Thriller
Duration: 1 hr 26
mins
Directed by: Justin Steele
Directed by: Justin Steele
Written by :
Justin Steele, Alecc Bracero
Starring: Brad Dourif, Jeremy Sumpter, Scott Elrod
Starring: Brad Dourif, Jeremy Sumpter, Scott Elrod
Thrill Rate : * (1/5)
Death and Cremation (2010) : The Bullying Effect
Efek dari bullying
memang selalu menarik untuk diangkat menjadi sebuah cerita film atau novel.
Berbagai dampak bullying juga seakan
tak ada habisnya dibahas hingga sekarang, Para korban bullying selalu digambarkan tak berdaya menghadapi berbagai siksa yang
menderanya, hingga suatu saat keadaan menjadi berbalik dan akhirnya sang korban menuntut balas pada yang telah melakukan bullying
terhadap dirinya. Setidaknya pakem macam itulah yang selalu muncul di beberapa film
horror/thriller bertemakan efek dari bullying
yang pernah saya tonton. Formula tadi nampaknya juga ditiru dalam film thriller berjudul Death and Cremation ini,
namun dengan memberikan sedikit saja bumbu pada plotnya.
Brad Dourif didapuk untuk menjadi salah satu pemeran utama di
film ini sebagai Stanley, pemilik rumah kremasi. Stanley sebenarnya adalah seorang
psikopat pembunuh dan rumah kremasi tersebut adalah kedok untuk menutupi hasil perbuatannya.
Orang-orang yang telah berlaku kasar atau menghinanya, diculik dan dibunuh oleh
Stanley. Untuk menghilangkan jejaknya, mayat korban kesadisan Stanley dikremasi
dan abunya disimpan sebagai koleksi. Nampak mirip dengan kelakuan Ed Gein yang suka
mengkoleksi anggota tubuh korbannya. Cuma kurang "keren" di mata saya,
karena mestinya nggak usah capek-capek jadi psikopat yang suka ngebunuh orang kalau
ternyata abunya aja yang dipajang, ambil di rumah kremasi lain juga bisa kan kalau
cuma mau dibilang freak. Di sisi lain,
ada seorang remaja galau lengkap dengan dandanan gothic-nya bernama Jarod yang hidupnya menderita akibat bullying yang sering dilakukan oleh teman-temannya.
Remaja satu ini telah kehilangan ayahnya dan hanya hidup berdua dengan sang ibu.
Karena "kesepian", sang ibu menjalin hubungan cinta dengan seorang pria
teman kantornya, yang hal ini sangat dibenci si anak. Jarod adalah tipe anak
yang totally slacker (memang orang
macam begini pantas di-bully, karena
nggak produktif). Tiap pulang sekolah kerjanya cuma malas-malasan saja. Karena
bosan melihat sang anak yang tak kunjung mandiri, akhirnya si ibu menyuruh si anak
untuk mencari pekerjaan sepulang sekolah. Disinilah awal pertemuan. Jarod dengan
Stanley, karena Jarod memilih untuk bekerja di rumah kremasi tersebut. Jarod
akhirnya mengetahui rahasia yang terpendam di rumah kremasi Stanley dan
hubungan mereka berdua semakin akrab. Bahkan dalam urusan bunuh membunuh
orang-orang yang tidak mereka sukai dan bahkan yang telah melakukan bullying pada mereka.
Death and Cremation memang suatu judul yang cukup sensasional.
Namun, nampaknya tak se-sensasional filmnya. Alur ceritanya sangat lambat dan cukup
membuat saya memutuskan segera menarik bantal, siap-siap tertidur jika film belum
selesai. Entah ini film indie atau bukan, tapi kenyataannya film ini berjalan seperti
film indie yang low budget. Adegan-adegan yang di mata saya kelihatan nggak penting
dan sebenarnya bisa dipercepat atau dipotong, malah ditampilkan secara detil dan
terkadang lengkap dengan slow-motion.
Entah apa maksud sang sutradara dengan melakukan hal tersebut (mungkin ingin memberikan
suatu perlambang pada penontonnya), yang jelas ini adalah hal yang sangat "nggak
penting banget". Plotnya sendiri cukup lumayan sebenarnya, hanya eksekusinya
terasa kurang pas dan terkadang jadi nggak masuk akal. Sebagai contoh, apa sebenarnya
yang memotivasi Jarod untuk bekerja di rumah kremasi Stanley ? Hingga seakan mereka
dibuat untuk bertemu dan akhirnya bersahabat.
Bicara soal akting,nampaknya setali tiga uang dengan jalan ceritanya
yang hambar dan dangkal. Cuma Brad Dourif yang kelihatan cukup "menikmati"
dengan perannya sebagai psikopat. Awalnya saya mengira Stanley jadi psikopat karena
penyakit gatal-gatal akibat ruam yang muncul di wajahnya, tapi ternyata salah. Dan
nampaknya ruam-ruam itu cuma sekedar tempelan saja, biar si Stanley nampak agak sereman
dikit. Musiknya yang repetitif juga makin membuat Death and Cremation makin hancur
saja. Oh ya, FYI, Death and Cremation itu sebenarnya nama judul buku yang isinya
nggak jelas apa dan sering banget dibaca sama Stanley dan Jarod. Entah buku ini
juga yang menginspirasi mereka untuk menjadi psikopat, saya juga kurang paham.
Yang jelas, ada kebiasaan baru dari seorang psikopat yang sempat saya saksikan
di film ini. Ternyata seorang psikopat pembunuh itu sangat rajin dalam menjawab
soal TTS :)
Sebagai penutup, Death and Cremation tak mampu menghadirkan sesuatu
yang menghibur bagi saya. Akting buruk, plot dangkal, hingga "perlambang"
nggak jelas plus slow motion effect yang
lebay, makin memperparah film ini. Nampaknya, sang sutradara juga menyiapkan ending yang kelihatannya berpeluang untuk
dibikin sequel-nya. Tapi yang jelas, saya
lebih memilih untuk menambah kuantitas dan kualitas tidur saya ketimbang harus capek-capek
mindahin film ini ke daftar koleksi, apalagi nonton sequel-nya. Not a chance...at
all...





Hai Firman,,,
BalasHapusbisakah minta bantuan untuk mencari film horror mancanegara produksi tahun 2005, dulu pernah tayang di bioskop Trans TV.
Cerita na tentang Game Online yang diciptakan oleh sekte iblis untuk mencari keturunan iblis yang diculik oleh suami istri manusia.
Game online tersebut dapat memenuhi keinginan pemain na untuk membunuh orang yang dibenci na...
saya lupa judul na>>> cast na juga lupa
tolong info na ya
trims
Waduh, keterangannya koq minim banget ya gan. Saya jarang banget nonton film horror bertemakan video game, tapi akan saya coba cari2 dulu ya gan. Thanks udah mampir
BalasHapusmakasih dah mo d cariin,,,,
Hapuskalo ga salah aktor na tuh bapak ma anak,
trus ni ttg iblis on kristiani,
saya ga tau ntu produksi warner bross ato miramax ato yg lain,,,,
mohon info na yo///