Selasa, 29 Mei 2012

The Ruins (2008) : Cerita Tentang Tanaman Pemakan Manusia


Title: The Ruins
Year : 2008
Genre: Horror
Duration: 1 hr 32 mins
Directed by: Carter Smith
Written by : Scott B. Smith (screenplay & novel)
Starring: Shawn Ashmore, Jena Malone, Jonathan Tucker, Laura Ramsey 
Fright Rate : **** (4/5)

The Ruins (2008) : Cerita Tentang Tanaman Pemakan Manusia


Jujur saja, sudah dua kali saya nonton film ini dan hasilnya tetap sama, a scary eco-horror movie, IMO. Plus, ini juga merupakan film yang lumayan detail dalam mendeskripsikan teror dan keantagonisan sebuah tanaman, meski sebenarnya tanaman tersebut hanya bertindak natural sesuai dengan kemampuan untuk bertahan hidup yang dimilikinya. Mungkin saya agak terlambat untuk me-review film ini, tapi sesuai kata pepatah “biar lambat, asal selamat” (nggak nyambung kan :-)). Ceritanya diangkat dari novel berjudul sama dengan film ini karya Scott B. Smith. Meski belum membaca novelnya, paling tidak 98% saya percaya bahwa novelnya pasti cukup menakutkan dan sangat menarik untuk dibaca, karena Scott B. Smith juga menulis screenplay untuk film ini. Means, pasti visualisasinya di film nggak jauh-jauh amat dari apa yang sudah ditulis di novel, tapi itu baru analisa saya. Demi memperbaiki opini saya tentang perbandingan novel The Ruins  dengan filmnya, silahkan beri komentar bagi siapapun yang telah membaca novel The Ruins, supaya posting ini jadi lebih obyektif lagi. Enough for the crap chit-chat, langsung saja kita lihat semenarik apa sebenarnya The Ruins.



The Ruins diawali dengan cerita tentang liburan Jeff (Jonathan Tucker), Amy (Jena Malone), Eric (Shawn Ashmore), dan Stacy (Laura Ramsey) di Meksiko. 4 remaja asal Amerika ini berkenalan dan akhirnya berteman dengan Mathias, seorang turis asal Jerman. Saudara Mathias kebetulan sedang melakukan penelitian arkeologi (bahasa kerennya ekskavasi) tentang sebuah kuil peninggalan suku Maya di pedalaman Meksiko dan Mathias berencana untuk menyusul saudaranya kesana. Karena tertarik, akhirnya 4 remaja Amerika ini bersedia ikut dengan Mathias ke pedalaman Meksiko bersama seorang teman Mathias asal Yunani, Dimitri. Mereka berenam akhirnya sampai ke kuil peninggalan suku Maya tersebut, namun ada hal yang janggal sesampainya disana. Suku Maya yang masih tersisa di sebuah desa dekat kuil melarang 6 remaja ini untuk naik ke kuil tersebut. Keadaan makin kacau ketika Amy secara tak sengaja menginjak tanaman merambat yang tumbuh menyelubungi kuil. Keenam remaja ini kemudian dikepung oleh belasan suku Maya bersenjata lengkap dan tak boleh pergi dari tempat tersebut, hingga akhirnya Dimitri tewas terkena anak panah dari salah satu anggota suku Maya. Karena panik, akhirnya kelima remaja ini berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke kuil hingga terjebak di tengah kepungan suku Maya dan disinilah teror yang sebenarnya dimulai. Mulai dari bagaimana cara bertahan hidup dengan sedikit makanan, menghadapi suku Maya yang tak bersahabat, hingga yang paling mengerikan adalah tanaman menjalar yang siap menerkam mereka kapan saja hingga mati. Akhirnya mereka sadar bahwa kuil tersebut menyimpan suatu misteri yang tak terduga dan akan berusaha merenggut nyawa mereka satu per satu.


Cerita The Ruins sebenarnya sangat sederhana, namun yang menjadi kekuatan film ini sebenarnya adalah pendeskripsian secara eksplisit tentang bagaimana bertahan hidup di lingkungan yang sangat asing, tak bersahabat, misterius, juga cenderung mematikan secara perlahan. Selain itu, Scott B. Smith nampaknya ingin menyampaikan pesan di film ini sesuai pepatah “dimana langit dijunjung, disitu bumi dipijak”. Patuhi adat istiadat setempat dan jangan coba-coba  untuk menantang alam. Menariknya lagi, seperti yang telah saya jelaskan didepan, tokoh antagonis utama The Ruins adalah sebuah tanaman menjalar yang mendapatkan nutrisi untuk hidup dari jasad manusia. Terlepas dari fakta atau fiksi tentang keberadaan tanaman tersebut, ide untuk menjadikan tanaman sebagai antagonis utama di sebuah film itu sendiri cukup original di mata saya. Meski mungkin banyak film horror yang melibatkan pohon atau tanaman untuk memberikan kesan creepy dan scary, tapi jarang sekali yang memberikan porsi besar “keganasan” suatu tanaman seperti di The Ruins ini.


Walaupun The Ruins menggunakan amat banyak efek CGI/animasi di dalamnya (karena ini adalah film produksi Dreamworks dan didistribusikan oleh Paramount), namun efek tersebut terasa sangat hidup dan betul-betul bisa memberikan nuansa kengerian bagi penontonnya, jauh dari kesan “kacangan” dan “tempelan”. Yang bikin saya agak jengkel di film ini cuma tokoh Jeff, karena sifatnya yang sok heroik dan tak tampak panik dalam menghadapi situasi genting. Jeff ini cuma bikin mata jadi agak “sepet” karena tingkah laku bossy-nya. Sebenarnya, saya lebih menghargai tindakan bodoh dan agak ceroboh bahkan nekat yang dilakukan seseorang karena panik dan tak mampu berpikir lagi karena situasi, bukan seperti Jeff yang cenderung terlalu pintar dan lumayan tenang menurut opini saya di film ini. Secara umum sih, nggak ada yang terlalu lebay  ditampilkan di The Ruins, semua hal masih dalam porsi standar dan cukup, hingga film ini menjadi suatu film yang cukup menegangkan dan menakutkan untuk ditonton.

Kesimpulannya, film ini layak untuk ditonton. Terlepas dari adanya plot hole serta berbagai kejanggalan yang terjadi sepanjang film, saya terhibur dengan The Ruins. Ditambah sedikit bumbu nuansa creepy dan sedikit gory, membuat The Ruins cukup  recommended untuk dijadikan tontonan akhir pekan buat yang lebih suka menyendiri atau berdua dengan sang kekasih di depan DVD player plus TV  serta sekantong popcorn. 

                    

31 komentar:

  1. ane suka gorenya bang apalagi pas ntu cewek pantanya dibelek buat nyabut tanaman yang ada dalam tubuhnya..wuhu-wuhu banget..atau pas adegan motong kaki, tapi dari cerita menurut ane sedikit janggal bang, bagaimana bisa kita ikut dengan orang yang baru kita kenal..menurut ane ceritanya bukan twist ending tapi bad ending bang, sama kaya eden lake...hehe.. keren bang reviewnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, adegan potong kaki tuh memang keren abis. Klo saya lebih suka waktu Stacy ngirisin badannya sendiri gara-gara parno kena tanaman yang masuk badannya. This is a bad ending movie. Thanks for the comment bro...

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. ini nih film yg kmrn mo gue pinjem ga jadi, kyknya emg keren film survival 1 ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha, sekarang udah jadi pinjem kan ? :)

      Hapus
  3. gud reviewnya
    udh berkali2 nonton tp tetep aja WooooW Kerreeenn
    ide2nya lumayan Kreatif jd gak gmpang ketebak n mengibur bged.

    BalasHapus
  4. Wah, ini kan film jadul baru diulas ya. Tapi emang keren. Gue malah duluan baca novelnya. Menurut gue lebih menegangkan versi novelnya. Tokohnya mati semua. Btw, salam kenal. :)

    BalasHapus
  5. film ini menyedihkan its not a horror movie at all its just such a thriller

    BalasHapus
  6. pemeran cewek yg bikin serem.
    Wkwk

    BalasHapus
  7. endingnya aneh,.. Hehe..
    Brusan di transtivi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ea endingnya trz ada org yg k lokasi itu tanpa tau lw ada kjdian sebelumnya

      Hapus
  8. itu tanaman di dunia nyata ada g sieh..?? n lokasi kuil itu gmna aslinya??

    BalasHapus
  9. Ini lg n0nton di transtv. .penasaran jg ma film nya

    BalasHapus
  10. Lg nnton jg nih D'transtv...top dehjh !!

    BalasHapus
  11. emang gimana ending nya bro?

    BalasHapus
  12. hadehh,akhirnya gk jelas banget gan

    BalasHapus
  13. Ehm!! Kurang suka film serem, tapi lumayanlah..

    BalasHapus
  14. ane baru aja nonton gan. seru tapi sayang ane ketinggalan nnton awal film nya -__- banyak adegan di potong jadi kurang serem

    BalasHapus
  15. Like this film ^ ^ meskipun endingnya kurang jelas tp sya ttp senang soalnya msh ad org yg slmt biarpun satu org klo semuanya mati menurutku bad ending gk menghargai jasa2 kpahlawanan orgnya ^ ^

    BalasHapus
  16. Filmnya ok bgt, tapi bad ending.

    BalasHapus

  17. Agenpoker.biz merupakan solusi judi poker online terbaik dalam permainan poker. Segera daftarkan diri anda dan dapatkan Bonus Depo Awal Member Baru dan juga Bonus Pulsa hanya di AGENPOKER.BIZ , Jadilah jutawan hanya dengan modal 10.000 rupiah sekarang juga !!!!

    BalasHapus
  18. Gan Saya minta referensi , dulu sekitar 12 tahun silam Saya pernah nonton film horror yg mana sekelempok orang ke hutan buat nebang kayu , tapi pohonnya ngeluarin darah. Penghuni (Si setan) disitu juga brutal marah sama orang" ini terus dibantai deh. Saya lupa film Asia atau Western.
    Yg jelas kehijau hijauan atmosphere di screennya. Saya cari cari filmnya blm nemu"
    Tlg di bales Gan

    BalasHapus
  19. Itu tanaman hidupnya mirip ganja ya

    BalasHapus