Title: WreckedYear : 2010/2011
Genre: Drama/ThrillerDuration: 91 min.
Directed by: Michael Greenspan
Written by: Christopher Dood
Starring: Adrien Brody, Ryan Robbins, Caroline Dhavernas, Adrian Holmes, Jacob BlairThrilling Rate : *** (3/5)
Hari ini, tidak seperti biasanya, saya bisa pulang agak sore dari kantor dan kebetulan juga hari ini Jumat sore. Ritual anak kost yang jadi bujangan palsu (ehm…saya sudah menikah dan kebetulan istri tidak tinggal bersama saya karena beda lokasi kerja) di Jakarta ini pada Jumat sore, Sabtu, dan Minggu biasanya adalah nonton film DVD kegemaran saya (pastinya thriller atau horror), dari pagi sampai tengah malam. Ritual ini sudah bertahan selama 3 tahun alias sejak saya pindah ke Jakarta. Ritual nonton film ini juga hanya bisa terhenti jika saya kebelet pipis atau pup (oopss…maaf) dan mandi, kelaparan dan harus beli makan di warteg terdekat, sudah masuk waktu untuk melapor pada Tuhan, atau terima telpon dari istri/anak saya di rumah, lebih dari itu, mata saya akan tetap menatap layar TV/laptop sampai film betul-betul selesai (karena saya suka nonton credit title di akhir film yang kadang diselipi adegan mengejutkan).
Enough the intermezzo man ! Kali ini saya menonton film Wrecked yang bisa dibilang film solo-nya Adrien Brody (masih ingat film Predator 2010, nih dia lakonnya alias jagoannya di film itu). Saya tertarik untuk nonton film ini karena poster DVDnya yang artistik menurut versi saya (lihat di foto). Dalam Wrecked ini Adrien berperan sebagai Man (asli…saya nggak bohong, di credit title, bagian Cast, Adrien Brody ditulis berperan sebagai Man). Kenapa disebut Man ? Menurut analisis saya (Sentilan mode: on), mungkin Christopher Dood sebagai penulis skenarionya ingin lebih menanamkan kesan misterius pada tokoh yang diperankan oleh Adrien Brody. Lihat saja pada adegan pembuka dari film ini, Si Man (si Emmen, kalau kata Peppy the Explorer) terbangun dari pingsannya dalam kondisi kejepit di dalam mobil yang sepertinya baru mengalami kecelakaan hebat di tengah hutan. Si Man mukanya berdarah-darah sampai matanya yang sebelah kanan nyaris nggak bisa melek (bhs Jawa:bonyok). Si Man juga melongok ke bangku belakang mobil itu dan nemuin mayat laki-laki, begitu pula saat dia melihat keluar mobil. Siapa sebenarnya mayat-mayat ini ?? Tunggu aje mpe filmnya kelar…..muahahahaha…
![]() |
| Si Man Yang Mukanya Bonyok |
Selain mengalami kecelakaan mobil hebat, ternyata si Man juga kena amnesia alias lupa ingatan (bukan insomnia lho…kalau insomnia mah penyakit saya karena kebanyakan mikir utang). Si Man benar-benar nggak ingat sama namanya sendiri dan apa yang menyebabkan dia sampai mengalami kecelakaan mobil yang parah banget. Adegan selanjutnya dan selanjutnya adalah upaya si Man dalam membebaskan dirinya yang kejepit di mobil itu. Saya sempat tergelitik dengan theme song yang ada di film ini, persisnya saat si Man coba kutak-katik radio dalam rangka mencari informasi tentang kecelakaan mobil yang dialaminya. Theme song di radio itu adalah….TipToe Through the Tulips by Tiny Tim versi ukulele ….just very annoying dan bikin saya jadi ketawa ngakak gara-gara ingat sama film Insidious yang really cult horror (yang udah nonton film Insidious (2010/2011), pasti ingat deh sama lagu ini).
![]() |
| Saking stresnya si Man gara-gara amnesia mpe dia nulis gini |
Menit-menit selanjutnya, film hanya diisi dengan suara lenguhan dan erangan si Man dalam melepaskan dirinya yang kejepit di mobil dan akhirnya bisa lolos juga…..applaus buat Man yang bisa lolos dari mobil yang kejepit meski sekarang kakinya patah dan dia harus ngrangkak untuk berpindah tempat. Adegan-adegan selanjutnya berjalan dengan sangat lambat dan sukses membuat saya ngantuk berat karena hanya diisi halusinasi dan proses si Man belajar merangkak (mending nonton film Babies aja dah kalau cuma mau lihat gaya merangkak) dan terpaksa ambil remote DVD player buat fast forward ke adegan selanjutnya. Setelah film berjalan hampir 45 menit, barulah saya mulai tertarik dengan film ini. Apalagi setelah si Man dapat teman yaitu seekor anjing herder yang muncul secara tiba-tiba dan nggak ketahuan apa maksud si anjing ini muncul. Pelan-pelan si Man mulai merangkai puzzle dari pikiran bawah sadarnya tentang kejadian apa yang telah menimpa dirinya serta bagaimana dia bisa ada dalam suatu kecelakaan mobil yang hebat sembari berjuang melawan kehidupan liar dalam hutan.
![]() |
| Good boy....don't bite me...cause I'm amnesia.... |
Secara umum, ekspektasi saya terhadap film ini lumayan besar. Apalagi dengan bintang sekelas Adrien Brody yang sempat dinominasikan Oscar beberapa waktu lalu (maaf…lupa judul filmnya yang doi dinominasikan sebagai peraih Oscar). Tapi ternyata saya terlalu banyak berharap. Dalam tipe film yang menurut istilah di negeri paman Sam sebagai “film terjebak” alias “stuck movie” (karena tokoh utamanya terjebak dalam suatu keadaan yang tidak nyaman dan banyak menguras energi serta mental), saya melihat adanya keburu-buruan dalam eksplorasi kondisi “terjebak” ini. Mungkin karena scenario yang kurang bagus atau memang Michael Greenspan terlalu cepat ingin mengeksplorasi sisi lain dari si Man ini, saya juga kurang paham, maklum, masih nubie reviewer. Adrien Brody juga nampaknya kurang total aktingnya dalam film ini, tapi masih untung make up artist di film ini bekerja cukup maksimal sehingga Adrien Brody nampak betul-betul kesakitan dan linglung (thanks to you make up artists). Akting Adrien Brody nampak biasa saja di film ini, sungguh berbeda dengan aksinya dalam film The Experiment (2009) yang menuntut dia harus berperan secara total sebagai pesakitan dalam sebuah penjara bohongan demi sebuah penelitian psikologi tentang kekerasan. Atau lebih ekstrem lagi bisa saya bandingkan aksinya dalam Predator (2010), yang membuat dia menjadi seorang tentara amnesia juga yang “have no fear”.
![]() |
| Shoot....my leg...I can't shoot you cougar.... |
Awalnya saya berharap akan mendapat sensasi “thrilling” seperti di film Buried (2010), Frozen (2009), atau 127 Hours-nya James Franco (2009) atau mungkin sekelas adventure thriller seperti Vertical Limit (lupa lagi tahunnya…maaf…kalau nggak salah sekitar tahun ‘90an), tapi yang ada malah ngantuk dan fast forward (damn….what a waste of time). Saya juga terlalu menaruh ekspektasi besar pada aksi Adrien Brody, yang ternyata hanya biasa saja dalam film ini. Keempat film yang bertipe “stuck movie” tadi, menurut saya lebih matang dalam scenario dan penyutradaraan, karena bisa membawa penonton secara emosional (termasuk saya), dan pastinya….NGGAK BIKIN NGANTUK DAN BOSAN.
Sang sutradara serta penulis scenario sudah berusaha memasukkan unsur “thrilling” dalam film ini melalui bantuan seekor cougar (macannya hutan Amrik) yang ngebantai tiga mayat dalam mobil si Man. Tapi apa daya, ternyata menurut saya masih gagal. Plot dan ending yang mengejutkan di akhir film tidak saya temukan di film ini, semua berjalan baik-baik saja dan lancar jaya. Tapi itu semua masih untung bisa ditutupi dengan sinematografi yang lumayan ciamik, terutama dalam shoot detil-detil setiap adegan. Termasuk muka Adrien Brody yang betul-betul dibikin bonyok. Oh ya, satu lagi, sebagai kata penutup dan kata kunci kenapa si Man bisa selamat dari kecelakaan itu adalah….SABUK PENGAMAN….alias SEAT BELT…..Entah kenapa, pikiran nakal saya mulai muncul, jangan-jangan film ini didanai sama lembaga sejenis DLLAJ di Amrik sono sebagai kampanye keselamatan berkendara kali yee…(buktikan sendiri deh di akhir film). Sorry Mr. Brody….I have to give you only 3 stars….
![]() |
| Awww...come on Mr Brody...don't be so sad...better luck next time in my rating |






Tidak ada komentar:
Posting Komentar