Title: The Woman In Black
Year : 2012
Genre: Horror
Genre: Horror
Duration: 1 hr 30 mins
Directed by: James Watkins
Written by: Jane Goldman (screenplay), Susan Hill (novel)
Starring: Daniel Radcliffe, Ciaran Hinds, Janet McTeer
Directed by: James Watkins
Written by: Jane Goldman (screenplay), Susan Hill (novel)
Starring: Daniel Radcliffe, Ciaran Hinds, Janet McTeer
Fright Rate : ** (2/5)
The Woman In Black (2011) : “Harry Potter” Main Film Horor
Tips menonton The Woman In Black :
1) Sediakan cemilan, biar nggak bosan;
2) Sediakan kopi, biar nggak ngantuk;
3) Jika masih tak kuat menahan kantuk dan bosan, ambil bantal dan tidur sampai film selesai.
Tips diatas kedengaran konyol dan cenderung melecehkan The Woman In Black ? Mohon maaf jika tipsnya terdengar agak sarkastik, tapi memang itulah yang saya lakukan ketika menonton film ini. Entah karena selera film horror saya yang “ndeso” atau memang filmnya yang jelek, The Woman In Black telah sukses membuat mata saya jadi berat dan hampir tertidur jika tak segera dibangunkan oleh background music yang kadang-kadang bikin kaget. Film horror adalah jenis genre film yang jujur dan apa adanya, itulah yang banyak dikatakan oleh teman-teman saya yang juga pecandu film horror. Pernyataan tersebut memang benar adanya serta terbukti dalam The Woman In Black. Jujur saja, The Woman In Black tak memiliki cukup energi untuk dapat membangkitkan sensasi psikologis berupa ketakutan atau kengerian saya. Tapi sekali lagi, seperti yang acapkali saya tulis di blog ini, semua itu hanyalah masalah selera saja, jadi tak ada pendapat atau penilaian yang salah atau benar, masing-masing punya sudut pandang sendiri dalam menilai suatu film horror semacam The Woman In Black ini.
Save who ??
The Woman In Black dibintangi oleh Daniel Radcliffe a.k.a Harry Potter, minus kacamata bulat, tongkat sihir dan sapu terbangnya. Sutradaranya adalah James Watkins yang kondang dengan karyanya yaitu Eden Lake (2008) serta pernah terlibat sebagai penulis cerita The Descent : Part 2 di tahun 2009 lalu. Film ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Susan Hill. Sayangnya, saya belum pernah membaca novel The Woman In Black sehingga saya nggak tahu persis bagaimana cerita asli dari film ini sebelum “diubahsuaikan” oleh Jane Goldman. Bercerita tentang seorang pengacara muda asal London bernama Arthur Kipps (Daniel Radcliffe) yang ditugaskan oleh kantornya ke sebuah desa dekat pantai di pelosok Inggris untuk mengumpulkan data dalam proses akuisisi sebuah rumah tua berjuluk Eel Marsh House. Warga di desa tersebut tak menerima kehadiran Kipps, apalagi tujuan Kipps adalah untuk datang langsung melihat kondisi Eel Marsh House. Bagi penduduk desa, Eel Marsh House memiliki hubungan yang kuat dengan teror yang menyebar di desa tersebut. Anak-anak yang berada di desa itu secara misterius melakukan aksi bunuh diri tanpa diketahui penyebabnya. Rumor yang timbul adalah anak-anak di desa itu melakukan bunuh diri setelah melihat penampakan hantu seorang wanita bergaun hitam yang sering gentayangan di Eel Marsh House. Berawal dari sinilah rasa penasaran Kipps mulai timbul dan dengan dibantu oleh Daily (Ciaran Hinds), seorang penduduk lokal yang anaknya juga ikut bunuh diri, menguak misteri yang terjadi di Eel Marsh House dan penampakan hantu wanita bergaun hitam yang telah menyebar teror pada warga desa.
See...I'm not creepy at all...
Sebenarnya The Woman In Black memiliki cerita yang sangat solid dan sangat khas dengan tipe cerita horror ala Eropa (terutama Inggris). Namun, entah karena terbatasnya durasi film atau memang pengadaptasian dari novel ke screenplay yang kurang apik, saya merasa film ini jadi kurang memiliki “taring” untuk menakuti penontonnya. Alur cerita di film ini nampak sangat bertele-tele dan sangat membosankan. Jika seandainya Jane Goldman dapat memberi sedikit ruang untuk eksplorasi tentang latar belakang kehidupan sang protagonis Kipps dan si hantu wanita bergaun hitam mengapa dia sampai gentayangan, mungkin saja cerita film ini akan jadi sedikit lebih menarik. James Watkins juga nampak tak terlalu maksimal usahanya dalam menakuti penonton film ini, sehingga bagi saya The Woman In Black nampak lebih mendepankan unsur drama dibanding horrornya. Ending film ini juga tak terlalu istimewa namun bagi penggemar film drama, akan sedikit memberi efek tragis sekaligus mengharukan. The Woman In Black adalah tipe film tentang hantu rumahan yang sangat biasa dan sama sekali tak ditemukan unsur baru di dalamnya. Mungkin saya agak keterlaluan dengan memberi rating 2 dari 5, tapi jujur, film ini kurang sukses membangkitkan ketakutan saya. Penyebabnya mungkin karena selera horror saya yang “ndeso” dan tak terlalu mengerti seni tentang film, sehingga tak saya temukan hal yang menghibur dan menakutkan di film ini.
I can beat Potter's acting....
Set interior di Eel Marsh House yang nampak sangat kuno serta lokasi pengambilan gambar film ini bisa sedikit memberikan suasana spooky bagi penonton, tapi nampaknya itu semua hanyalah sekedar “bumbu penyedap” saja karena tak didukung oleh akting yang bagus dari bintang-bintang yang terlibat disini. Apalagi si Harry Potter, ekspresi ketakutan tak nampak sama sekali di wajahnya, malah cenderung jadi agak gusar dan sok heroik. Saya nggak bermaksud untuk menjelek-jelekkan Daniel Radcliffe, tapi nampaknya dia harus berpikir ulang untuk sekali lagi main di film horror. Bagi saya, Daniel Radcliffe tetap harus menjadi Harry Potter, bukan Arthur Kipps, karena Daniel tak sukses menjadi Kipps dan masih membawa akting Harry Potter-nya di film ini. Mungkin Daniel ingin mencari tantangan baru dengan bermain di film horror, tapi untuk saat ini, dia masih belum layak untuk menjadi pemeran utama di film horror. Malah menurut saya, akting Daniel masih kalah dengan mainan-mainan kuno yang cukup “creepy” penampilannya di film ini. Mau dinyatakan sebagai film box office atau nggak, The Woman In Black nampaknya harus di “delete” dari koleksi film horror saya karena malas menonton film ini sekali lagi.

gue setuju bgt sama tips nonton yg ketigaa. hahaa
BalasHapustapi musik dan efeknya horor banget gan....
BalasHapusendingnya juga tak terduga, happy ending gan
haha
musiknya emang bikin kaget sih, ternyata juga efektif sebagai alarm pembangun saya yang hampir tertidur, hehehe...
Hapus